BOJONEGORO – Keberadaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang dilaksanakan oleh Kodim 0813/Bojonegoro tak hanya fokus pada pembangunan sarana dan prasarana di Desa Kesongo. Program ini juga memberikan keuntungan yang signifikan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di daerah tersebut.
Salah satu contoh nyata dari dampak positif ini adalah Warung Kopi milik Pak Yon, yang sejak dimulainya pelaksanaan TMMD kerap didatangi oleh personel Satgas TMMD serta masyarakat setempat yang terlibat dalam gotong royong. Warung kopi ini menjadi tempat bersantai sambil menikmati secangkir kopi dan berbagai hidangan sederhana setelah lelah beraktivitas.
Pak Yon, pemilik warung yang terkenal ramah, menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran program TMMD di desanya. Ia menjelaskan bahwa adanya peningkatan jumlah pengunjung membuat pendapatannya semakin membaik. “Alhamdulillah, warung saya jadi lebih banyak pengunjungnya. Banyak tentara dan warga yang singgah untuk ngopi atau makan setelah membantu kegiatan. Semoga TMMD ini berjalan baik dan memberi manfaat untuk Desa Kesongo,” ujarnya pada Selasa (21/7/2026).
Serka Lasmidi, Babinsa Desa Kesongo, juga mengungkapkan bahwa program TMMD dibuat untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, namun juga untuk mendorong perkembangan ekonomi masyarakat. “TMMD bukan hanya soal pembangunan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Aktivitas di warung kopi, toko kelontong, dan usaha kecil lainnya semakin berkembang. Ini adalah bentuk nyata dari sinergi antara TNI dan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan dilaksanakannya TMMD ke-129, diharapkan tidak hanya terciptanya infrastruktur yang berkualitas, tetapi juga adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi lokal. Kehadiran Satgas TMMD menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat memberikan dampak yang luas, baik dari segi infrastruktur maupun penguatan ekonomi masyarakat.
