Program TMMD ke-129: Pemulihan Rumah Layak Huni di Putussibau

Putussibau – Tim Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Perbatasan ke-129 mulai melaksanakan proyek rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) secara bersamaan di berbagai daerah pelosok Indonesia. Inisiatif ini menjadi langkah nyata kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup warga melalui penyediaan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman.

Sejak dibukanya program TMMD ke-129 di awal minggu ini, anggota TNI dan masyarakat setempat berkolaborasi dalam pengerjaan di lapangan. Pekerjaan dimulai dengan membongkar bangunan yang sudah tidak layak, mempersiapkan fondasi, serta mendistribusikan material bangunan seperti semen, batako, pasir, dan bahan lainnya ke lokasi rumah-rumah yang terpilih untuk menerima bantuan.

Letkol Inf Andreas Prabowo Putro S.I.Pem., M.I.P., M.Han selaku Komandan Satuan Tugas TMMD ke-129 Kodim 1206/Putussibau menekankan bahwa proyek renovasi rumah ini merupakan prioritas utama yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. “Walaupun pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan sangat diperlukan untuk konektivitas, menciptakan hunian yang aman dan sehat bagi masyarakat yang kurang mampu adalah bagian dari tugas mulia kami,” jelasnya dalam keterangan resmi.

Di lokasi pengerjaan, semangat gotong royong terlihat jelas antara TNI dan warga. Para penduduk setempat dengan antusias membantu para personel militer dari berbagai satuan, menunjukkan bahwa kerjasama lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan di desa-desa. Beberapa penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan haru atas bantuan yang diterima, mengingat kondisi rumah mereka yang sebelumnya sangat memprihatinkan kini bertransformasi menjadi lebih layak.

Satgas TMMD ke-129 menargetkan agar semua pekerjaan rehabilitasi RTLH dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebelum penutupan program, didukung oleh cuaca yang mendukung dan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *