NUNUKAN – Proses penyambutan yang hangat dan penuh kearifan lokal menyambut kedatangan Brigjen TNI Franky Jan Hardy Watuseke, S.Sos., selaku Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129, beserta timnya di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan pada Senin (28/7). Tradisi Tepung Tawar yang merupakan warisan budaya khas masyarakat setempat dijadikan simbol doa dan harapan untuk keselamatan serta berkah bagi semua yang hadir.
Acara penyambutan berlangsung dalam suasana yang khidmat, ditandai dengan pertunjukan seni dan budaya lokal yang mengiringi proses Tepung Tawar. Hal ini menggambarkan penghormatan dari masyarakat kepada tamu istimewa serta menunjukkan komitmen mereka dalam memelihara nilai-nilai budaya dan kebersamaan di daerah perbatasan.
Brigjen TNI Franky Jan Hardy Watuseke mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan yang begitu hangat dari masyarakat Desa Liang Bunyu. Dia menekankan bahwa tradisi Tepung Tawar tidak hanya berfungsi sebagai aset budaya yang penting untuk dilestarikan, tetapi juga mencerminkan kedekatan antara TNI dan masyarakat dalam upaya pembangunan daerah.
“Kami sangat tersentuh dengan penyambutan yang berkesan ini. Tradisi Tepung Tawar menunjukkan bahwa budaya kita tetap hidup dan berfungsi sebagai pengikat persatuan. Kami berharap kerjasama antara TNI, pemerintah setempat, dan warga terus terjalin demi kesuksesan program TMMD,” tuturnya. Di sisi lain, Letkol Inf Tony Prasetyo, Dansatgas TMMD Ke-129 dari Kodim 0911/Nunukan, menyatakan bahwa acara penyambutan ini merupakan cara masyarakat menghargai kehadiran Tim Wasev yang bertugas mengawasi dan mengevaluasi jalannya TMMD di desa tersebut.
Setelah menyelesaikan prosesi penyambutan, Ketua Tim Wasev bersama rombongan melanjutkan agenda dengan melakukan tinjauan ke sasaran fisik dan nonfisik program TMMD Ke-129. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua program dapat terlaksana sesuai dengan yang direncanakan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan.
