Keunikan Budaya MBD Melalui Lomba Pacuan Kuda dan Pertunjukan Kerbau

Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kembali menampilkan keanekaragaman budaya mereka lewat ajang pacuan kuda tradisional dan pertunjukan kerbau, yang kini menjadi salah satu daya tarik pariwisata yang patut diperhitungkan. Acara yang berlangsung di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa pada Kamis (21/05/2026) ini berhasil menarik perhatian warga setempat serta wisatawan, menandakan tingginya minat terhadap budaya yang langka ini.

Selama perlombaan, suasana meriah sangat terasa dengan semangat yang ditunjukkan baik oleh para peserta maupun penonton yang memenuhi arena. Tradisi pacuan kuda dan pentas kerbau bukan hanya sekadar hiburan, tetapi merupakan representasi pelestarian budaya yang telah ada sejak lama dan diwariskan dari generasi ke generasi di MBD.

Pangdam XV/Pattimura, Dody Triwinarto, mengungkapkan kekagumannya terhadap penyelenggaraan acara tersebut. Ia menilai bahwa tradisi ini tidak hanya memiliki nilai budaya yang signifikan tetapi juga berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu atraksi wisata unggulan bagi daerah ini, sehingga bisa menarik perhatian lebih banyak wisatawan ke MBD.

Dody Triwinarto berharap agar evaluasi terhadap pelaksanaan perlombaan dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam setiap kegiatan yang diadakan. Dengan pengelolaan yang efisien, tradisi pacuan kuda dan pentas kerbau di MBD diyakini dapat menjadi acara rutin yang mendorong promosi pariwisata lokal.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kodim 1511/Pulau Moa dan Dinas Pariwisata Kabupaten MBD sebagai bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128, sekaligus sebagai momen untuk memperkenalkan potensi budaya wilayah kepada publik.

Dalam lomba pacuan kuda, panitia membagi kompetisi dalam dua kategori, yaitu remaja dan dewasa, dengan tujuan untuk melibatkan generasi muda agar turut menjaga dan melestarikan budaya daerah. Sokongan dari masyarakat yang hadir memberikan semangat lebih dalam acara ini, menunjukkan bahwa budaya tradisional masih tetap hidup dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat MBD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *