Gresik – Suasana pagi di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, terlihat istimewa. Di bawah cahaya matahari yang mulai memancarkan sinarnya, terlihat sekelompok prajurit TNI dan masyarakat setempat bekerja sama memindahkan batu-batu dari jalanan.
Debu yang berterbangan dan keringat yang mengalir tak tampak membuat wajah mereka lelah. Sebaliknya, terlihat semangat kekompakan di antara mereka yang menular dalam setiap langkah kerja.
Kegiatan tersebut adalah bagian dari persiapan untuk pengaspalan jalan yang sepanjang sekitar 150 hingga 200 meter dengan lebar 6 meter, dalam rangka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Gresik. Jalan yang dulunya berbatu dan membuat akses menjadi sulit kini sedang dipersiapkan untuk transformasi menjadi jalur yang lebih aman dan nyaman untuk dilalui.
Di tengah kesibukan tersebut, Pratu Fajri, seorang anggota Satgas TMMD 128 Gresik, tampak berbaur dengan warga. Tidak ada jarak dan sekat di antara mereka. “Kami siap mengabdi untuk rakyat dan kehadiran kami di sini untuk pembangunan, ” ungkap Pratu Fajri, Selasa (06/05/2026).
Tangan-tangan dari beragam latar belakang ini bekerja seirama, mengangkat, memindahkan, dan merapikan batu dengan satu tujuan yakni menciptakan kemudahan bagi masyarakat desa. Bagi penduduk lokal, ini lebih dari sekedar pembangunan jalan; ini merupakan harapan baru untuk aksesibilitas yang lebih baik, pergerakan ekonomi yang lebih lancar, dan sebuah masa depan yang lebih cerah.
Hari itu di Desa Slempit tidak hanya seputar kegiatan fisik, melainkan juga menciptakan kisah tentang semangat gotong royong yang kembali hidup. TNI bukan hanya hadir sebagai penjaga, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang saling membangun dan berbagi visi yang lebih baik.